Tuesday, 8 September 2009

Top Seeded Nguyen Ngoc Truong Son wins the KL Open 2009 and Indonesia is the first Young Talent Teams Champion

nguyen-nguc-troungson

Kuala Lumpur Open 2009

Grandmaster Nguyen Ngoc Truong Son from Vietnam lived up to his top billing by winning the KL Open 2009 with an impressive 7.5 points from 9 games and RM 10,000.

In second place, half a point behind on 7 points, was Indonesian Grandmaster Susanto Megaranto whose victory over Grandmaster Dao Tien Hai of Vietnam to earn RM 5,000 almost made up for two disasters in earlier rounds against less fancied opponents.

And Uzbekistan Grandmaster Saidali Iuldachev proved be a comeback kid with a strong finish to score 6.5 points for sole third place and RM 3,000.

Sharing 4th to 8th places and RM 1,000 were Dao, Grandmaster Marat Dzhumaev and International Master Tahir Vakhidov of Uzbekistan, Candidate Master Nguyen Hoang Nam from Vietnam, and International Master Richard Bitoon from the Philippines.

But perhaps the happiest were Nguyen Hoang Nam and Candidate Master Farid Firman Shah from Indonesia earned their first International Master title norms.

Of the locals, Edward Lee was the best performer with 5 points with Wing Jianwen, Najib Abdul Wahab, and Mohamed Abdul Haq a point behind with 4/9.

With 80+ participants from 11 countries (including 6 Grandmasters and 7 International Masters from a total of 27 titled players), the media friendly KL Open (which has perhaps set new standards for organisational excellence in the locally) can be considered to be a big success!

KL Young Talent Teams

As expected, Indonesia proved a convincing winner of the KL Young Talent Team Challenge with 38.5 points from a possible 54 with Singapore edging PCU Asia for second place.

Individual standouts were Luftu Ali (Indonesia), Joel Chan (Singapore), and Aziz Farhan (KLCA) in the under 14 section and Mohammad Firmansyah and Novendra Priasmoro (Indonesia) and Ryan Ow (PCU Asia).

The KL Open & Young Talent Team Championship 2009 was organised by the Kuala Lumpur Chess Association with sponsorship from the Malaysian Intellect Development Foundation and Masterskill University College of Health Sciences.

Son dan Hai Bersanding, Farid Raih Norma MI

Kuala Lumpur Open 2009

tropi raja nazrin

Teks foto: Tropi Raja Nazrin yang diperebutkan di Kuala Lumpur Open 2009 (Foto oleh Kristianus Liem)

Hari keempat Kuala Lumpur Open 2009 di Shah’s Village Hotel, Petaling Jaya, Malaysia, Senin (7/9), yang mempertandingkan babak keenam dan ketujuh mempertontonkan strategi para Grandmaster untuk tetap berada di deretan atas mengintip peluang untuk minimal meraih hadiah tiga besar kalaupun misalnya tidak dapat menjadi juara!

Unggulan kedua GM Dao Thien Hai (Vietnam, 2542) memaksakan kemenangan ketika jumpa MI Dede Liu (Indonesia, 2419), lalu remis pendek dengan rekan senegaranya unggulan pertama GM Nguyen Ngoc Truong Son (2589). Tambahan satu setengah angka itu cukup bagi Hai untuk menyamai angka pimpinan klasemen sementara Son yang tidak terlalu ngotot saat jumpa MI Irwanto Sadikin (Indonesia, 2429) pagi harinya. Son dan Hai kini sama-sama sudah mengemas 5,5 angka.

Ada enam pecatur yang menguntit mereka dengan perbedaan setengah angka saja. Mereka adalah GM Marat Dzhumaev (Uzbekistan, 2532), MF Yevgeniy Pak (Uzbekistan, 2348), MF Daniel Chan Yi-Ren (Singapura, 2340), dan tiga pecatur Indonesia GM Susanto Megaranto (2527), MI Irwanto Sadikin (Indonesia, 2429) serta MF Syarif Mahmud (2347).

Marat kembali masuk deretan atas setelah memaksakan kemenangan atas CM Nguyen Hoang Nam (Vietnam, 2329) lalu remis singkat lawan rekan senegaranya MI Tahir Vakhidov (2520). Hanya Susanto yang dua kali memaksakan kemenangan dan berhasil, yaitu atas Ian Udani (Filipina, 2241) dan MF Timothy Chan Wei Xuan (Singapura, 2363).

Farid Firman Syah Raih Norma MI

farid firmansyah closeup1

Teks foto: CM Farid Firman Syah, 16 tahun, sudah memastikan meraih norma MI di Kuala Lumpur Open! (Foto oleh Kristianus Liem)

Pecatur muda Indonesia CM Farid Firman Syah (rating 2207), 16 tahun, berhasil mengumpulkan 4,5 angka setelah menahan remis MF Awam Wahono (2393) dan MI Dede Liu (2419). Melihat rating rata-rata lawannya selama tujuh babak pertama yang sangat tinggi, yaitu mencapai angka 2478, maka angka empat setengah tersebut ternyata sudah memenuhi persyaratan untuk mendapatkan norma MI. Farid hanya perlu mempertahankan mendapatkan lawan yang ratingnya tetap tinggi pada dua babak terakhir.

Pada babak kedelapan Selasa (8/9) pagi, lawan Farid adalah GM Saidali Iuldachev (Uzbekistan, 2519) yang membuat rating rata-rata lawannya kembali naik mencapai 2517. Itu membuka peluang Farid untuk meraih norma GM pula kalau ia mampu mencapai 6 angka (berarti harus sekali menang dan sekali remis pada babak kedelapan dan sembilan) dan pada babak terakhir juga harus bertemu dengan lawan yang telah bergelar GM pula!

Bagusnya penampilan Farid di Kuala Lumpur Open ternyata tidak diikuti oleh keempat anggota Indonesian Dream Girls. MFW Medina Warda Aulia (1950) menambah satu setengah angka, tetapi itu didapat dari menang WO atas Biswajit Bharadaj (India, 1920) yang telat bangun, dan kalau boleh dipuji adalah hasil remisnya lawan MI Chandrasekhar Gokhale (India, 2284). Kini Medina sudah mengumpulkan 3,5 angka.

WCM Chelsie Monica Sihite (1986) tidak berhasil menambah angka karena kalah berturut-turut dari Ferdiman Tersiman (1978) dan Djoni Oentoro, keduanya dari Indonesia. Chelsie masih terseok dengan 1,5 angka.

MFW Dewi AA Citra (1931) kalah dari Joni Tanda dan bermain remis pendek dengan rekannya Virda Rizka Aulia. Citra dan Virda sama-sama mengemas 2,5 angka. Virda pada babak keenam menang dari Chen I Chen (China Taipe, 1715).

Hari kelima Kuala Lumpur Open Selasa (8/9) akan mempertandingkan dua babak terakhir, yaitu babak kedelapan mulai pukul 08.30 pagi lalu babak kesembilan mulai pukul 14.30.

KL Young Talent Chess Challenge 2009

tropi kl young talent

Teks foto: Tropi untuk juara umum KL Young Talent Chess Challenge. (Foto oleh Kristianus Liem)

Seperti sudah saya sampaikan pada laporan sebelumnya, bahwa pada tempat dan waktu yang sama sebetulnya juga berlangsung dwitarung KL Young Talent Chess Challenge 2009) yang mempertemukan delapan regu dari tiga negara, yaitu Indonesia, Singapura dan tuan rumah Malaysia yang menurunkan dua (regu KLCA dan PCU Asia). Empat regu di KU14 tahun dan empat regu lainnya di KU12 tahun. Masing-masing regu terdiri dari tiga pemain yang bertanding menggunakan sistem Scheveningen atau saling ketemu semua di antara ketiga pemain lawan sehingga total babaknya juga sembilan babak.

r2 kl young talent chess challenge

Teks foto: Pertandingan di kelompok KL Young Talent Chess Challenge. (Foto oleh Kristianus Liem)

Regu catur Indonedia yang merupakan gabungan dari siswa SCUA (Sekolah Catur Utut Adianto Bekasi) dan SCUAR Surabaya, mendominasi jalannya pertandingan di KU10 tahun maupun KU14 tahun. Di KU10, Indonesia berturut-turut mengalahkan regu KLCA (Kuala Lumpu Chess Association, Malaysia) dengan skor 2,5-0,5; 3-0 dan kalah 1-2 atau skor totalnya Indonesia menang 6,5-2,5.

Lalu pada babak empat hingga enam regu Indonesia kembali menang telak atas regu Singapura dengan skor total 7,5-1,5 (skor per babaknya 3-0; 2-1; dan 2,5-0,5). Pada babak tujuh hingga sembilan Indonesia jumpa regu PCU Asia Malaysia. Hasil regu lainnya PCU Asia vs Singapura 3,5-5,5. PCU Asia vs KLCA 4-5.

Di KU14 tahun, regu Indonesia juga mendominasi jalannya pertandingan, mengalahkan KLCA 7-2; dan Singapura 5-4. Hasil regu lainnya: Singapura vs PCU Asia 7,5-1,5. PCU Asia vs KLCA 5-4.

Laporan langsung Kristianus Liem dari Kuala Lumpur.

Hp saya di Malaysia +60133150295

NB: Lihat pula informasi tambahan dan foto pada www.potretcatur.blogspot.com, situs resmi panitia www.klchess.com dan www.chessasia.net

Monday, 7 September 2009

Dao Tien Hai and Nguyen Ngoc Truong Son are the leaders after 7 rounds

dao-thien-hai

In round seven, Vietnamese Grandmasters Dao Tien Hai and Nguyen Ngoc Truong Son made a quick draw to lead the KL Open Chess Championship 2009 with 5.5 points.

Also happy to draw were International Master Sadikin Irwanto from Indonesia with the young Kazakhstan FIDE Master Yevgeniy Pak and Grandmaster Marat Dhumaev with International Master Tahir Vadhidov in all Uzbekistan encounter to reach 5 points.

This allowed Grandmaster Susanto Megaranto and FIDE Master Sharif Mahmud, both from Indonesia, back in the reckoning after victories respectively over FIDE Master Timothy Chan of Singapore and Candidate Master Nguyen Van Nuy of Vietnam, while FIDE Master Daniel Chan also made his move by beating Indonesian FIDE Master Wahono Awam.

So with two rounds to go, the two leaders are just half a point ahead of 7 others and the key match ups for the eighth round are as follows:

Bo. NameIRtgFEDPtsRes.Pts NameIRtgFED
1GMNguyen Ngoc Truong Son2589VIE 5FMMahmud Syarif2347INA
2FMPak Yevgeniy2348KAZ5 GMThien Hai Dao2542VIE
3GMDzhumaev Marat2532UZB5 5FMChan Yi-Ren Daniel2340SIN
4IMIrwanto Sadikin2429INA5 5GMMegaranto Susanto2527INA
5IMVakhidov Tahir2520UZB WIMMuminova Nafisa2320UZB
6GMIuldachev Saidali2519UZB CMFarid Firman Syah2207INA
7IMBitoon Richard2490PHI Rahman Masruri1987INA
8IMLiu Dede2419INA GMNguyen Anh Dung2454VIE
9CMNguyen Hoang Nam2329VIE Tolentino Rustum2362PHI

GM Nguyen Ngoc Truong Son Mimpin Sendirian

Kuala Lumpur Open 2009

Hari ketiga Kuala Lumpur Open 2009 di Shah’s Village Hotel, Petaling Jaya, Malaysia, Minggu (6/9), adalah satu-satunya hari di mana hanya ada satu pertandingan saja, yaitu babak kelima. Unggulan pertama GM Nguyen Ngoc Truong Son (2589) dari Vietnam membuktikan dirinya memang pantas berada di seeded urutan pertama. Ia kini memimpin sendirian!

Menghadapi pecatur muda Indonesia CM Farid Firman Syah (rating 2207), Truong Son menunjukkan kematangannya dengan bermain lebih ke posisional, merancang bentuk bangunan ketimbang merancang perang terbuka, lalu mengajak ke bentuk permainan akhir menang. Semua dirancang secara rinci, Farid seperti hanyut masuk ke dalam pusaran strateginya dan tidak dapat lepas lagi. Saat menyerah pada langkah ke-44 Farid sudah dalam posisi zugzwang! Berikut ini notasi jalannya partai tersebut.

r5 farid vs nguyen ngoc truong son

Teks foto: CM Farid Firman Syah (kiri) vs GM Nguyen Ngoc Truong Son di babak kelima. Truong Son membuktikan dirinya memang benar unggulan pertama dan calon kuat menjadi juaranya! (Foto oleh Kristianus Liem)

Firman Syah,Farid - Nguyen Ngoc Truong Son [C10]

KL Open (5.1), 06.09.2009

1.e4 e6 2.d4 d5 3.Nc3 Nc6 4.Nf3 Nf6 5.Bd3 Bb4 6.e5 Ne4 7.Bd2 Nxc3 8.bxc3 Be7 9.0–0 Na5 10.Bc1 Bd7 11.Nd2 c5 12.dxc5 Qc7 13.Qe2 Qxc5 14.c4 dxc4 15.Nxc4 Nxc4 16.Bxc4 Bc6 17.a4 Qd4 18.Ba3 Bxa3 19.Rxa3 0–0 20.Rh3 Rfd8 21.Rd3 Qe4 22.Qxe4 Bxe4 23.Rxd8+ Rxd8 24.Bb3 Kf8 25.f3 Bc6 26.Ra1 Rd2 27.Kf1 g5 28.h3 h5 29.c4 Rd3 30.Bd1 Re3 31.Kf2 Rxe5 32.g4 h4 33.Ra3 Ke7 34.Rd3 f5 35.Rd4 f4 36.Rd3 Rc5 37.Bb3 b6 38.Rd2 Re5 39.Re2 Rxe2+ 40.Kxe2 Kd6 41.Bd1 Kc5 42.Kd3 e5 43.Be2 Kb4 44.Bd1 a5 0–1

Kemenangan tersebut membuat Truong Son kini membukukan 4,5 angka dan memimpin sendirian klasemen sementara. Ada empat pecatur yang menempelnya secara ketat, yaitu MI Irwanto Sadikin (Indonesia, 2429), MI Dede Liu (Indonesia, 2419), GM Dao Thien Hai (Vietnam, 2542) dan CM Nguyen Hoang Nam (Vietnam, 2329) 4 angka. Irwanto dengan buah hitam akan menantang Truong Son pada babak keenam Senin (7/9) pukul delapan pagi.

Bagi Farid, kekalahan tersebut membuat angkanya tidak bertambah, tetap 3,5 poin, namun peluangnya untuk mendapatkan norma MI pertamanya tetap terbuka lebar karena ia kini sudah memenuhi persyaratan bertemu dengan dua MI dan satu GM dengan rata-rata rating yang cukup tinggi. Masalahnya tinggal pada berapa jumlah poin yang berhasil dikumpulkannya nanti setelah menyelesaikan seluruh sembilan babak pertandingan.

Sementara keempat anggota Indonesian Dream Girls masih kesulitan untuk mencetak angka penuh.

Kalaupun MFW Medina Warda Aulia (1950) berhasil menambah satu angka, itu diperolehnya dengan mengalahkan kakaknya sendiri Virda Rizka Aulia.

WCM Chelsie Monica Sihite (1986) kembali tidak berdaya dan kali ini dari MI Rahul Shetty (2270) dari India. Hanya MFW Dewi AA Citra (1931) yang mendapat tambahan setengah angka hasil dari perjuangan panjang melawan Edmundo Legaspi (Filipina, 2158). Saat remis disepakati, posisi Citra jauh lebih baik dengan sepasang benteng dan kelebihan beberapa bidak, tetapi masalahnya rajanya tidak bisa meloloskan diri dari skak abadi yang dilancarkan menteri Legaspi.

marcus yeoh elsa yueh stefani

Teks foto: Ini bukan pemain. Ini wasit dan panitia, tapi sibuknya sama. Dari kiri Marcus Yeoh, Elsa Yueh, dan Stefani Dian Cheri. (Foto oleh Kristianus Liem)

dato tan chin nam peter long

Teks foto: Tokoh catur Malaysia yang sangat termashyur Dato Tan Chin Nam mengunjungi tempat pertandingan didampingi Direktur Turnamen Peter Long. (Foto oleh Kristianus Liem)

Hari keempat Kuala Lumpur Open Senin (7/9) kembali mempertandingkan dua babak dan ada perubahan jadwal, yaitu babak keenam mulai pukul 08.00 pagi lalu babak ketujuh mulai pukul 13.30.

Laporan langsung Kristianus Liem dari Kuala Lumpur.

Hp saya di Malaysia +60133150295

NB: Lihat pula informasi tambahan dan foto pada www.potretcatur.blogspot.com, situs resmi panitia www.klchess.com dan www.chessasia.net

Sunday, 6 September 2009

Top Seeded Nguyen Ngoc Truong Son Leads after Five Rounds

Grandmaster Nguyen Ngoc Truong Son (Vietnam) completed a comprehensive win over front runner Farid Firman Shah of Indonesia in the fifth round of the KL Open 2009 to take the lead with 4.5 points and confirm the top seed’s status as tournament favourite.

It was a dramatic day with countryman and fellow Grandmaster Dao Tien Hai defeating Grandmaster Marat Dzhumaev (Uzbekistan) while Indonesian Grandmaster Susanto Megaranto continued to look out of sorts when losing to International Master Dede Liu whom he had beaten just weeks before in the Bima All Indonesia National Open Championship.

So the big upset of the day was instead Uzbekistan Grandmaster Sadali Iuldashev’s loss to Candidate Master Nguyen Hoang Nam (Vietnam).

Going into the final two days of competition with four games to be played in a grueling schedule, Nguyen Ngoc Truong Son is the sole leader and is followed half a point behind by International Masters Sadikin Irwanto (Indonesia) and Dede Liu, Grandmaster Dao Tien Hai and Candidate Master Nguyen Hoang Nam, all sharing 2nd to 5th places on 4 points each.

The Official Media Partner of the KL Open is Chessdom (www.chessdom.com) and the games of the  KL Open & Young Talent Team Championship 2009 can be found on www.chessasia.net.

Farid Firman Syah Masih Memimpin

Kuala Lumpur Open 2009

r4 farid vs richard bitoon

Teks foto: CM Farid Firman Syah (kiri) menjadi satu-satunya pecatur Indonesia yang masih bertahan di pucuk pimpinan klasemen sementara setelah membukukan kemenangan atas pecatur kawakan Filipina MI Richard Bitoon pada babak keempat. (Foto oleh Kristianus Liem)

Memasuki hari kedua atau babak keempat Kuala Lumpur Open 2009 di Shah’s Village Hotel, Petaling Jaya, Malaysia, Sabtu (5/9), pecatur dari Indonesia tinggal CM Farid Firman Syah (rating 2207) saja yang ikut memimpin klasemen sementara bersama unggulan pertama GM Nguyen Ngoc Truong Son (2589) dari Vietnam dan GM Marat Dzhumaev (2532) dari Uzbekistan. Ketiganya sama-sama baru kehilangan setengah angka saja atau sudah membukukan 3,5 angka.

Farid menambah satu setengah angka pada babak ketiga dan keempat dengan bermain remis melawan MI Tahir Vakhidov (2520) dari Uzbekistan dan menang atas MI Richard Bitoon (2490) dari Filipina. Dengan start yang bagus ini, dua kali juara dunia pelajar itu membuka peluang besar untuk meraih norma Master Internasional pertamanya. Pada babak kelima Minggu (6/9) sore Farid akan jumpa unggulan pertama GM Nguyen Ngoc Truong Son (2589).

Sama seperti Farid, Truong Son maupun Dzhumaev juga merebut tambahan satu setengah angka pada hari kedua itu. Son remis dengan MI Tirto (Indonesia, 2407) dan menang atas MI Dede Liu (Indonesia, 2419). Sementara Dzhumaev bermain remis lawan MF Timothy Chan Wei Xuan (Singapura, 2363) dan menang dari Tirto.

Farid, 16 tahun, adalah pecatur muda Indonesia yang berani bermain tajam. Ia menggunakan Ruy Lopez variasi Marshall yang sangat tajam. Tahir membalas korban bidak Farid dengan mengorbankan kualitas pada langkah ke-18. Tetapi Farid tidak mengacuhkannya. Selangkah kemudian Farid menggeser Menterinya ke petak g6 untuk menambah tekanan terhadap petak e4.

“Ketika ia memainkan Menterinya ke petak g6, saya sadar Farid mengetahui dengan baik variasi tersebut,” ujar Tahir yang mengaku menghabiskan waktu banyak untuk memikirkan lanjutan langkah yang terbaik. Pada langkah ke-25, pecatur senior Uzbekistan yang lebih dari lima tahun terakhir menjadi pelatih di Brunei itu menawarkan remis, Farid langsung menerimanya. “Sesungguhnya saya tidak hafal variasi tersebut, saya hanya menghitung di atas papan. Saya tidak menyangka pecatur yang telah berusia lanjut pun berani melayani permainan tajam,” jelas Farid kemudian. Di bawah ini pembaca dapat menyimak jalannya pertandingan tersebut.

Firman Syah,Farid (2207) - Vakhidov,Tahir (2520) [C89]

KL Open (3), 05.09.2009

1.e4 e5 2.Nf3 Nc6 3.Bb5 a6 4.Ba4 Nf6 5.0–0 Be7 6.Re1 b5 7.Bb3 0–0 8.c3 d5 9.exd5 Nxd5 10.Nxe5 Nxe5 11.Rxe5 c6 12.d4 Bd6 13.Re1 Qh4 14.g3 Qh3 15.Re4 g5 16.Qf1 Qh5 17.Nd2 Bf5 18.f3 Rae8 19.Qg2 Qg6 20.a4 g4 21.Qf2 Nf4 22.Rxf4 Bxf4 23.gxf4 gxf3+ 24.Qg3 Re1+ 25.Kf2 ½–½

Kemenangan Farid di babak kempat juga memperlihatkan ia cukup berani dan matang untuk bermain agresif dengan mengorbankan satu bidak pada langkah ke-17 demi untuk suatu inisiatif penyerangan. Ini bisa terjadi juga lantaran Bitoon bermain pasif pada tahap pembukaan. Menariknya Farid mampu memanfaatkan kondisi tersebut secara maksimal untuk keuntungannya!

Bitoon,Richard - Firman Syah,Farid [B50]

KL Open (4), 05.09.2009

1.e4 c5 2.Nf3 d6 3.c3 Nf6 4.h3 e5 5.Bc4 Be7 6.d3 Nc6 7.a3 Be6 8.Bxe6 fxe6 9.0–0 0–0 10.Re1 h6 11.b4 Qd7 12.Nbd2 b6 13.Nc4 b5 14.Ncd2 a5 15.bxa5 Rxa5 16.Rb1 Rd8 17.Qc2 d5 18.exd5 exd5 19.Nxe5 Nxe5 20.Rxe5 Bd6 21.Re2 c4 22.dxc4 dxc4 23.Nf3 Bxa3 24.Bxa3 Rxa3 25.Rd2 Qe8 26.Re1 Qf8 27.Rde2 Nd5 28.Nd4 Rxc3 29.Qb2 Qb4 30.Qa1 Ra3 31.Qc1 Qc3 32.Nxb5 Qxc1 33.Rxc1 Rb3 34.Na7 c3 35.Nc6 Rd7 36.Na5 Rb2 37.Kf1 Rc7 38.g3 Rc5 39.Rxb2 cxb2 40.Rxc5 b1Q+ 41.Kg2 Qb4 42.Rc8+ Kh7 43.Nc4 Qb7 0–1

Sementara keempat anggota Indonesian Dream Girls tampil tidak lebih baik pada hari kedua ini. Virda Rizka Aulia lagi-lagi dua kali memperoleh posisi menang dan hanya mampu meraih satu kemenangan atas Haslinda Ruslan (Malaysia, 1698) pada babak keempat. Pada babak ketiga pagi harinya ia dikalahkan oleh Wong Jianwen (Malaysia, 1763).

Adik Virda, yaitu MFW Medina Warda Aulia (1950) juga sama meraih satu angka dari Haslinda Ruslan pula pada babak ketiga dan kalah sore harinya dari Joni Tanda setelah keliru dalam mengendalikan variasi Prancis kegemarannya.

WCM Chelsie Monica Sihite (1986) mencetak kemenangan pertamanya atas Mohamed Abdul Haq (Malaysia) pada babak ketiga tetapi sore harinya ia harus menyerah dari MF Syarif Mahmud (Indonesia, 2347).

MFW Dewi AA Citra (1931) hanya mampu menambah setengah angka saja hasil remis dari MI Chandrashekhar Gokhale (India, 2284) pada babak keempat. Sebelumnya di pagi hari ia dikalahkan CM Jarred Neubronner (Singapura, 2220).

Hari ketiga Kuala Lumpur Open Minggu (6/9) hanya mempertandingkan babak kelima saja pada pukul 14.30. Pagi harinya direncanakan dilangsungkan pertandingan catur kilat lima menit.

Laporan langsung Kristianus Liem dari Kuala Lumpur.

Hp saya di Malaysia +60133150295

NB: Lihat pula informasi tambahan dan foto pada http://www.potretcatur.blogspot.com/, situs resmi panitia http://www.klchess.com/ dan http://www.chessasia.net/

Saturday, 5 September 2009

Dede Liu is still perfect and the sole leader






International Master Dede Liu, once Indonesia’s hottest young prospect has in recent years returned to chess, and is still perfect and so the sole leader after 3 rounds of the KL Open Chess Championship.

Eleven other players are on 2.5/3 including Grandmasters Nguyen Ngoc Truong Son and Dao Thien Hai (Vietnam), and Marat Dzhumaev, and Saidali Iuldachev (Uzbekistan), and they are joined by International Masters Sadikin Irwanto and Tirto (Indonesia), Tahir Vakhikov (Uzbekistan) and Richard Bitoon.

Also sharing 2nd to 12th places are FIDE Masters Timothy Chan (Singapore), and Wahono Awam and Farid Firman Shah (Indonesia).

Making waves is 13 year old Masruri Rahman (indonesia), the World Schools Champion 2009 (U-13 Category) with 2/3 who is also unbeaten with draws against Grandmasters Saidali Iuldachev and Nguyen Anh Dung!

But the big upset came in the second round when Grandmaster Susanto Megaranto (Indonesia) walked into a mate when pressing for a win in the endgame against Candidate Master Nguyen Hoang Nam (Vietnam).
The Official Media Partner of the KL Open is Chessdom (http://www.chessdom.com/) and the games of the KL Open & Young Talent Team Championship 2009 can be found on http://www.chessasia.net/.

Empat Pecatur Indonesia Memimpin

Kuala Lumpur Open 2009

Empat pecatur Indonesia termasuk dari sepuluh pecatur yang memimpin klasemen sementara Kuala Lumpur Open 2009 setelah membukukan dua kemenangan pada dua babak pertama pertandingan hari pertama turnamen, Jumat (4/9), di Shah’s Village Hotel, Petaling Jaya, Malaysia. Mereka adalah MI Tirto (2407), MI Dede Liu (2419), MF Awam Wahono (2393) dan CM Farid Firman Syah (2207).

r2 chelsie vs timothy chan yi jun

Teks foto: Pecatur putri Indonesia WCM Chelsie Monica Sihite di babak kedua menghadapi pecatur Singapura Timothy Chan Yi Jun yang menggunakan kursi roda. Catur memang bisa dimainkan oleh siapa saja yang sehat pikirannya walau secara fisik mendapat hambatan. (Foto oleh Kristianus Liem)

Enam pecatur lainnya yang sama membukukan dua angka sempurna adalah unggulan pertama GM Nguyen Ngoc Truong Son (2589), unggulan kedua GM Dao Thien Hai (2542) dan satu pecatur Vietnam lainnya, CM Nguyen Hoang Nam (2329), lalu dua pecatur Uzbekistan GM Marat Dzhumaev (2532) dan MI Tahir Vakhidov (2530), serta satu pecatur Singapura MF Timothy Chan Wei Xuan (2363).

Candidate Master Nguyen Hoang Nam adalah penakluk andalan Indonesia GM Susanto Megaranto (2527) pada babak kedua melalui pertarungan panjang 96 langkah. Namun partai terpanjang yang kelarnya paling akhir adalah pertarungan antara dua pecatur papan lima Olimpiade Dresden 2008 CM Farid Firman Syah (Indonesia) vs CM Nguyen Van Huy (Vietnam) yang berakhir hingga langkah ke-119!

Saat itu Van Huy tinggal memiliki satu Benteng sementara Farid memiliki dua bidak dan satu Kuda. Bedanya lagi waktu pikir Farid masih dua belas menit sementara Van Huy sudah di bawah satu menit dan hanya bermain lewat tambahan waktu (increment) tiga puluh detik. Kondisi itulah yang membuat Van Huy blunder mengambil bidak Farid dan kena garpu Kuda. Van Huy tampak kecewa dan geram terhadap dirinya sendiri. “Ini remis, harusnya saya mainkan ini dan ini …..,” demikian Van Huy menggerutu berkali-kali.

Sementara keempat anggota Indonesian Dream Girls tampil kurang baik pada hari pertama ini. Contohnya Virda Rizka Aulia dua kali memperoleh posisi menang melawan Andre Jerome Eng (Singapura, 2089) dan Bharadwaj Biswajit (India, 1920), tapi yang terjadi dua-duanya justru menjadi kekalahan.

Dua kekalahan juga diderita adik Virda, yaitu MFW Medina Warda Aulia (1950) yang berturut-turut dikalahkan pelatihnya sendiri MI Irwanto Sadikin (2429) dan oleh salah seorang ofisial tim Indonesia Djoni Oentoro.

WCM Chelsie Monica Sihite (1986) hanya mampu mencetak setengah angka hasil remis lawan Timothy Chan Yi Jun (Singapura, 1594) dan sebelumnya dalam posisi yang tidak ada kalahnya akhirnya dikalahkan oleh MI Richard Bitoon (2490) dari Filipina.

Hanya MFW Dewi AA Citra (1931) yang mampu memetik satu angka hasil menang dari Fischer Tan (Singapura) dan sebelumnya di partai pertama juga dalam posisi unggul tapi akhirnya dikalahkan oleh CM Nguyen Van Huy (Vietnam, 2414).

Pertandingan babak ketiga Sabtu (5/9) sama seperti hari pertama dimulai pukul 08.30 dan dilanjutkan pertandingan babak keempat pukul 14.30.

KL Young Talent Chess Challenge 2009

Pada tempat dan waktu yang sama sebetulnya juga berlangsung dwitarung KL Young Talent Chess Challenge 2009) yang mempertemukan delapan regu dari tiga negara, yaitu Indonesia, Singapura dan tuan rumah Malaysia yang menurunkan dua (regu KLCA dan PCU Asia). Empat regu di KU14 tahun dan empat regu lainnya di KU12 tahun. Masing-masing regu terdiri dari tiga pemain yang bertanding menggunakan sistem Scheveningen atau saling ketemu semua di antara ketiga pemain lawan sehingga total babaknya juga sembilan babak.

Hasil pertandingan mengenai para pecatur cilik di bawah usia empat belas tahun tersebut akan menyusul kemudian.

 

Laporan langsung Kristianus Liem dari Kuala Lumpur.

Hp saya di Malaysia +60133150295

NB: Lihat pula informasi tambahan dan foto pada www.potretcatur.blogspot.com, situs resmi panitia www.klchess.com